Terhitung tujuh kali penyelenggaraan Semarang Night Carnival sejak 2011. Pada 2018 ini saya pun beruntung dapat menghadiri.



Ramai riuh Kota Semarang untuk menyaksikan pesta akbar sudah terasa sejak sore ketika saya dan teman-teman famtrip datang di Jl. Pemuda. Panitia terlihat sibuk mondar-mondar mengatur kegiatan dan pengunjung yang datang. Setelah berjalan kaki sambil mengamati persiapan kami pun diinstruksikan untuk duduk di bangku yang telah disediakan panitia.



Pukul 18.50 acara Semarang Night Carnival dimulai. Jalan di depan kami pun sudah tampak kosong dan siap untuk dilewati defile yang akan menampilkan suguhan terbaiknya. Diawali dengan lagu-lagu yang dibawakan apik oleh penyanyi, pengunjung dan tamu pun turut serta menyanyikan lagu seperti lagu Negeri Di Atas Awan,Nurlela dan lainnya.



Setelah lagu-lagu yang dibawakan dengan merdu selanjutnya penampilan drum band oleh Akpol yang sudah berbaris rapi siap untuk menunjukkan kemampuan mengolah musik.

Rombongan Duta Besar

Akpol




Di belakang barisan drum band inilah defile yang ditunggu-tunggu penampilannya sudah siap menghibur kami semua.

Pada tahun ini tema yang diusung Semarang Night Carnival untuk memperingati ulang tahunnya ialah Kemilau Semarang dengan sub tema Butterfly, Sea, Art Deco, dan Asem. Tema yang diusung tiap tahunnya tidak sembarangan karena hal tersebut berkaitan dengan kebudayaan Kota Semarang seperti ikon-ikon kota, makanan khas, sejarah, objek wisata dan sebagainya.

Butterfly atau kupu-kupu ialah salah satu motif yang sering digambar dalam Batik Semarangan yang menampilkan kehidupan flora dan fauna khas pesisir.






Selanjutnya ialah Sea yang menceritakan tentang kekayaan laut Kota Semarang sebagai salah satu kota yang bersisian dengan laut Jawa.






Art Deco diangkat menjadi sub tema selanjutnya yang menggambarkan gaya hias beberapa bangunan tua yang ada di Semarang seperti Lawang Sewu dan bangunan tua lain di kawasan Kota Lama Semarang.










Lalu Asem, simbol ini menggambarkan pohon-pohon Asem yang identik dengan sejarah kota dan menjadi asal-usul nama kota Semarang.





Selain penampilan defile yang memiliki makna masing-masing, ada pula penampilan dari peserta Asing seperti Taiwan dan Korea Selatan.

Peserta dari Taiwan

Peserta dari Korea


Malam makin larut namun semangat warga Kota Semarang tidak surut. Penampilan God Bless dan Once pun menemani malam itu dengan hentakan musiknya yang khas. Namun saya harus kembali pulang tidak ikut larut dalam semarak puncak acara. Satu yang pasti dan terkenang di hati, paduan make up, ekspresi, musik dan koreografi sangat terasa tahun ini.



Peserta dari Papua



















Penampilan God Bless





Simak tulisan peserta famtrip blogger Semarang Hebat yang lain ya :

1. Deta :https://goo.gl/3QhGY8

2. Muslifa :
https://www.muslifaaseani.com/2018/05/berjuta-vitamin-sea-di-semarang-night.html 
https://www.kompasiana.com/muslifaaseani/5af504c416835f05de489042/kemilau-warna-warni-di-semarang-night-carnival-2018 

3. Danan :
https://dananwahyu.com/2018/05/08/ketika-little-netherland-bermetamorfosis/ 


4. Lenny :
http://www.len-diary.com/pasar-semarangan/ 
http://www.len-diary.com/kampung-pelangi/

5. Gus Wahid : https://youtu.be/0duD-jVFtKo

6. Prima :
Youtube https://youtu.be/Xctq2ACaW5s
Blog http://www.primahapsari.com/2018/05/semarang-night-carnival-2018.html

7. Khairul Leon:
http://www.khairulleon.com/2018/05/sehari-wisata-religi-ke-masjid-agung-jawa-Tengah-Semarang.html

8. Adityar :
https://www.youtube.com/watch?v=PhGVRkx30mM&feature=youtu.be

9. Gio
http://disgiovery.id/wisata-religi-semarang-hebat/

http://disgiovery.id/wisata-budaya-semarang-hebat/

10. ejie
https://ejiebelula.blog/2018/05/17/transaksi-digital-mudah-jajan-puas-di-pasar-semarangan/

11. Mauren - https://telusuri.id/kampung-alam-malon/

12. Wenda http://www.mysweetescapediary.com/10-destinasi-wisata-kota-semarang-wajib-kunjung/

13. Ejie
https://ejiebelula.blog/2018/05/18/menjenguk-duplikasi-payung-masjid-nabawi-di-masjid-agung-jawa-tengah/





Hari kedua di Yogyakarta saya mulai saat jarum jam menunjukkan pukul 06.00. Meskipun mata saya liyer-liyer, betis saya capek, dan gaya gravitasi kasur di hotel begitu kuat tapi saya harus bangun dan berjalan-jalan pagi.



Mengapa pukul 6? Karena saat saya masuk gang Prawirotaman untuk check in hotel, saya sudah berjanji pada diri saya sendiri,”Saya mesti jalan-jalan pagi di sini!” Menurut saya, pukul 06.00 adalah waktu yang tepat untuk memulai berjalan pagi menikmati keadaan sekitar yang begitu menarik perhatian saya.



Memang apa yang menarik perhatian saya? Berikut ini hasil jalan-jalan pagi saya di Prawirotaman.



Gang di dalam gang







Mural-mural di Prawirotaman:



Dekorasi dinding

Pintu






Rumah-rumah dan penginapan di Prawirotaman: 











Inilah hasil tangkapan lensa kamera saya saat pagi di Prawirotaman, ada rumah-rumah dan penginapan, petugas yang sedang membersihkan hotel, mural warna-warni yang menghiasi dinding, dan masih banyak lagi hal yang saya temui di sini saat pagi. Kalau pagimu, kau habiskan untuk apa saat sedang liburan?