Tugu Pahlawan , dulu , sekarang dan seterusnya...

Saturday, March 08, 2014 Imama Lavi Insani 2 Comments



Tugu Pahlawan adalah simbol kota ini. Tugu dengan bentuk seperti paku terbalik yang terletak di tengah lapangan berukuran 1,3 hektar dengan museum dan beberapa patung serta mobil tua menghiasi kawasan yang terletak di Jl. Pahlawan ini. Kota yang berpenduduk sekitar 3,1 juta jiwa ini patut bangga dengan ikon setinggi 45 yard yang konon katanya dibangun di atas bekas tempat penyiksaan warga negara Indonesia pada jaman penjajahan jepang dahulu. Betapa tidak pengunjung perhari bisa mencapai 1000 orang belum temasuk hari libur dan saat ada perayaan tertentu. Pengunjung yang datang kebanyakan dari luar kota dan daerah.




bentuk Tugu Pahlawan yang mirip pensil atau paku terbalik (?)


“ Saya tidak ngerti mbak , orang Surabaya sendiri jarang datang ke sini ,kebanyakan dari luar daerah , dari Sumatera , Kalimantan , dan lain-lain mereka sudah berkali-kali ke sini karena di sini tempatnya bagus dan tiap datang katanya tempatnya pasti bertambah bagus , nah mbak sendiri udah berapa kali kesini ?” ujar pria yang sudah empat tahun bekerja di Tugu Pahlawan ini.

Saya yang ditanyai begitu menjawab dengan meringis “Saya sudah dua kali pak hehe” Begitulah awal percakapan saya dengan salah satu tukang parkir yang mengaku sebagai tukang parkir paling junior karena teman-temannya yang lain rata-rata sudah di atas empat tahun bahkan ada yang sudah sepuluh taun bekerja disini.



kata-kata yang ditulis dengan cat merah ini cukup mewakili apa yang terjadi saat itu , tapi lagi-lagi vandalisme terjadi :((

Percakapan kami berlanjut tentang sejarah dibangunnya Tugu Pahlawan ini. Dahulu ketika dibangun ditemukan banyak sekali kerangka manusia tanpa identitas sehingga sekarang dibangun patung yang bertuliskan makam pahlawan tak dikenal tepat di belakang tugu Pahlawan ini. Peringatan juga disampaikan kepada saya agar hati-hati dan tidak berbuat yang macam-macam ketika berada di sekitar museum. Cukup dengan kata ‘permisi’ ketika akan memasuki tiap ruangan dan tidak berniat ‘buruk’ maka saya dijamin tidak mengalami hal-hal aneh.  Benar saja pada kunjungan pertama saya di museum yang letaknya di samping kiri Tugu Pahlawan hawa yang tidak biasa saya rasakan di dalamnya. Beruntung saya tidak mengalami hal-hal aneh seperti kata lelaki yang berdomisili asli Surabaya ini.


penunjuk arah ke museum, koleksi patung , dan lain-lain

Selain itu ada peraturan tidak tertulis yang wajib dipatuhi oleh setiap pengunjung di sini yaitu tidak dipebolehkannya pasangan berlainan jenis kelamin meminta izin masuk ketika Tugu Pahlawan sudah ditutup. Memang ada kebijakan apabila ada mahasiswa atau warga yang meminta izin untuk masuk meskipun sudah ditutup maka diperbolehkan dengan syarat tertentu , misalnya ada surat ijin resmi yang menyatakan bahwa memang ada keperluan yang mendadak yang mengharuskan masuk pada saat sudah ditutup selain itu biasanya terdapat kegiatan bakti sosial dan kegiatan mahasiswa jurusan tertentu  yang memang karena kepentingannya sangat mendesak diperbolehkan masuk meskipun sudah ditutup.

Mengapa dilarang masuk? karena pihak keamanan di Tugu Pahlawan ini pernah suatu ketika kecolongan. Ada sepasang mahasiswa yang mengaku mempunyai kepentingan mendadak dan mendesak yang mengharuskan untuk masuk di saat jam operasional tutup. Setelah diizinkan masuk dan ditunggu dalam waktu yang cukup lama sepasang mahasiswa ini tidak keluar juga dari kawasan Tugu Pahlawan dan ketika tim keamanan masuk dan mencari mahasiswa ini ternyata mereka sedang asyik memadu cinta di salah satu sudut Tugu Pahlawan ini. Kontan saja tim keamanan geram dan langsung ‘menghabisi’ mahasiswa ini dengan menginterogasi dan menghukum dengan cara mereka agar memberikan efek jera dan tidak mengulanginya lagi. Sejak saat itu tidak diperbolehkan  lagi sepasang orang yang berlainan jenis kelamin masuk dan hanya diperbolehkan apabila mereka membawa teman yang berjenis kelamin sama dengan mereka boleh sesama perempuan atau sesama laki-laki.

Kebijakan seperti ini memang ada dampak postif negatifnya , tetapi tidak ada asap kalau tidak api. Beberapa kawasan taman dan wisata juga mempunyai kebijakan yang hampir sama dengan menutup jam buka operasional menjadi lebih awal karena mereka juga takut kecolongan seperti yang pernah dialami oleh tim keamanan Tugu Pahlawan. Memang ini PR besar bagi pengelola kawasan wisata di kota pahlawan ini. Dengan tersedianya banyak tempat wisata di kota ini terutama taman kota menjadikan pihak pengelola harus memikirkan cara agar tempat wisata yang seharusnya dijadikan kawasan wisata dan hiburan bagi masyarakat ini tidak menjadi kawasan wisata memadu cinta dan berbuat yang tidak sepatutnya dilakukan. Sebenarnya tidak hanya dari pengelola saja yang harus melakukannya kita pun bisa membantu dengan memulai dari diri sendiri untuk tidak melanggar tata tertib dari suatu kawasan wisata baik yang tertulis maupun tidak. Apabila sudah kita lakukan sendiri kita bisa mengajak orang-orang terdekat kita untuk melakukan hal yang sama dengan begitu dapat mengurangi dan membantu serta memajukan lagi kawasan wisata yang ada di kota ini. Terakhir saya menampilkan patung orang-orang yang berjasa di Kota Surabaya ini.


Gubernur Suryo . Gubernur pertama Jawa Timur pada tahun 1945.


Doel Arnowo , ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) untuk Surabaya dan pada tahun 1950 menjabat sebagai Walikota Surabaya.


Bung Tomo , tokoh paling berpengaruh yang mengobarkan semangat melalui pidatonya kepada Arek-Arek Suroboyo.


Patung makam pahlawan tak dikenal.


Happy Travelling  :))




2 comments:

  1. Duh ini kayaknya bakat juga jadi photographer :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduh jadi malu dipuji sama photographernya hahaha, btw iya dong ini keren banget kan foto-fotonya meskipun cuma hape hahaha #MenghiburDiri

      Delete