Gemerlap Cahaya di Alun – Alun Kidul

Saturday, July 26, 2014 Imama Lavi Insani 7 Comments


Angin dingin berembus menyelimuti kota Jogja malam itu. Suasana di jalan yang kami lewati cukup sepi. Lampu redup berwarna kuning berjajar di sepanjang jalan menuju Alun – Alun Kidul. Sedikit ada rasa takut mengingat tindak kejahatan di jalanan akhir-akhir ini meningkat. Segera saya menepis jauh - jauh pikiran tersebut.  

Berbeda 180 derajat dengan jalanan yang kami lewati , Alun – Alun Kidul tampak ramai dengan pengunjungnya. Keramaian ini sebagian besar berasal dari pengunjung Alkid (singkatan alun – alun kidul ) yang akan atau sedang menaiki sepeda yang telah dihias dan dimodifikasi oleh pemiliknya yang menjadikan Alkid tampak begitu bercahaya.

Deretan sepeda di samping trotoar




Bentuk yang menyerupai ikan (menurut saya hehe :p)


Selain sepeda hias pengunjung juga tampak sedang duduk – duduk di tanah lapang Alkid. Dari kejauhan saya melihat ada beberapa orang yang sedang mencoba permainan masangin , sebuah permainan menyeberangi beringin kembar yang terletak di tengah – tengah Alkid.Saya kembali mengembalikan pandangan saya menuju deretan sepeda berpendar cahaya yang berjajar rapi disamping trotoar. Hmm saya ingin sekali mencoba menaikinya , mumpung disini :D

Kami mulai bertanya kepada pemilik sepeda dan mulai menawar harganya. Rata – rata harga sewa disini dipatok mulai dari Rp 25.000 – Rp 30.000 untuk dua kali putaran Alkid. Kami akhirnya  memilih harga Rp Rp 25.000. Kenapa ? Karena meskipun selisih harganya hanya Rp 5.000 perbedaannya hanyalah model sepeda yang digunakan dan tambahan fasilitas musik. Untuk harga Rp 30.000 sepeda yang digunakan yaitu sepeda dengan model mobil Volkswagen dengan tambahan fasilitas yaitu terdapat tablet untuk memutar musik , sedangkan untuk harga Rp 25.000 model sepedanya tidak semenarik seperti model mobil Volkswagen. Menurut saya model ini adalah model yang digunakan pada saat awal kemunculan sepeda hias bercahaya di Alkid. Sebenarnya sama dengan sepeda seharga Rp 30.000 yaitu terdapat fasilitas musik tetapi musik yang disetel berasal dari radio tua yang memutar lagu pada channel radio tertentu.

Sebelum menaiki sepeda ini kami diberi sedikit pengarahan oleh pemilik sepeda untuk tetap berhati - hati karena beberapa waktu yang lalu ada yang mengalami sedikit kecelakaan ketika menaiki sepeda hias ini. Jadi mesti tetep waspada waktu naik sepeda ya :)

Tetep hati - hati ketika selfie dengan tongsis yaa

Di dalam sepeda 

Pemilik sepeda mengizinkan kami berfoto di dalam sepeda Rp 30.000 :D


Setelah puas mengelilingi Alkid sebanyak dua putaran, kami berhenti untuk duduk sambil mencoba es goreng. Kami tertarik mencobanya karena sang penjual sangat gigih sekali ketika menawarkan es gorengnya. Dengan bantuan microphone dan speaker di sepeda motor yang juga digunakan sebagai tempat berjualan , beliau dengan semangat membara menawarkan es yang dijual Rp 2.000 per potongnya. Ketika ada bule yang lewat tiba – tiba beliau berkata “ Hello mister , how are you ? ” Wah wah wah ternyata bapak penjual ini pandai juga berbahasa asing. Bule yang mendengarnya lantas menengok dan tersenyum. Cara yang cukup kreatif  untuk menarik konsumen :D

Penjual es goreng 
Saya salut dengan usaha masyarakat setempat untuk meramaikan Alkid. Dari sumber yang saya baca, sepeda bercahaya ini baru muncul sekitar tahun 2011. Sejak saat itu bertambahlah tempat wisata di Kota Yogyakarta , khusunya tempat wisata di malam hari. Hal ini berdampak pula dengan keadaan masyarakat sekitar Alkid untuk terus mengasah kreatifitas menghias sepeda dan untuk menambah pundi pundi rupiah.  Bagian ini selalu menarik perhatian saya , bagaimana sebuah tempat wisata dapat dikelola dan dikembangkan dengan potensi dari masyarakat lokalnya.

Semoga cahaya dari sepeda hias di Alkid selalu berpendar semakin terang , aamiin. Happy Traveling : )) 




7 comments:

  1. vw kodoknya lucu bgt, disaat daerah laen belom ada tapi di jogja udah ada, keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya top banget pokoknya masyarakat di jogja , kreatif banget :D

      Delete
  2. lagi "in" kayak ginian di Jateng dan DIY mbak... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh yaaaa ? Kalau yang di jateng belum tau gimana , makin kreatif nih orang 'tengah' :))

      Delete
  3. Waoooo harganya berapa yha...tu!!! Di jual gak....!!! Rumayan buat peluang usaha....

    ReplyDelete
  4. Waoooo harganya berapa yha...tu!!! Di jual gak....!!! Rumayan buat peluang usaha....

    ReplyDelete