#SoloTravelingToJogja

Wednesday, August 13, 2014 Imama Lavi Insani 21 Comments


Hampir dua minggu saya habiskan untuk berkonsentrasi penuh mengahadapi ujian akhir semester dan mengerjakan tugas dari dosen. Hal itu membuat saya ingin sedikit ‘bernafas’. Dengan modal niat dan tekad akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ke Kota Yogyakarta sendiri. Yap , Solo Traveling :D.Kota Yogyakarta sendiri saya pilih karena yang pertama kota ini tergolong dekat dengan lokasi tempat tinggal saya , kedua masih banyak sekali destinasi yang menarik untuk dikunjungi , yang ketiga biaya untuk bertahan hidup disana tergolong cukup terjangkau bagi mahasiswa seperti saya dan terakhir keramahan masyarakat lokal membuat saya nyaman berada di kota ini.

Saya berangkat dengan menaiki kereta api dari Stasiun Sidoarjo. Delapan jam perjalanan harus saya tempuh menuju kota dengan julukan kota pelajar ini. Rasa bosan dan capek di dalam gerbong kereta api pasti sering dirasakan oleh sebagian besar orang , termasuk saya. Beruntung perjalanan saya kali ini ditemani oleh hamparan padi di sawah yang berwarna keemasan, gunung di kejauhan, serta sensasi melewati rel yang diapit oleh bukit  merupakan hal yang bisa sedikit melupakan rasa bosan dan jenuh. Cukup dengan mengedarkan pandang keluar kereta maka Voila ! Kita akan menemukan pemandangan baru yang menarik yang jarang sekali kita temui di tempat kita tinggal.


 Bapak di depan saya sedang bersandar di bantal 
Selain pemandangan alam , ada satu pengalaman yang tidak bisa saya lupakan ketika ber-Solo Traveling waktu itu.Saya kebetulan duduk dengan 3 orang lelaki yang tidak saya kenal sebelumnya. Berbeda dengan kebiasaan saya biasanya , kali ini saya membatasi pembicaraan terutama dengan kaum adam. Tetapi pada saat itu saya diajak mengobrol dengan seorang lelaki di samping saya. Kami pun mengobrol tentang tempat wisata di salah satu kabupaten di Jawa Timur. Lelaki itu menjelaskan secara detail tentang tempat wisata tersebut mulai dari pantai, gunung , sejarah kabupaten tersebut di jaman dulu, semuanya dijelaskan lengkap dengan sesekali memperlihatkan foto beberapa tempat wisata yang dimaksudkan di ponselnya. Saya yang mempunyai hobi traveling tertarik sekali mendengarkan penjelasan lelaki tersebut. Sebelum lelaki itu turun tiba – tiba beliau bertanya,“ Mbak boleh minta alamat facebook?” Alamak ! haha dari pengalaman itu saya menjadi lebih berhati – hati lagi. Bukan bermaksud berprasangka buruk dengan orang lain , tetapi menjaga diri sendiri ketika ber-Solo Traveling merupakan hal yang wajib dilakukan , terutama bagi perempuan seperti saya.

Selfie Sandal (?)

Keesokan harinya sekitar pukul 06.00 saya melangkahkan kaki keluar dari hotel menuju Jl.Malioboro. Lapak – lapak penjual di trotoar masih tutup dan terlihat masih diikat rapi dengan penutup dan tali. Akhirnya langkah saya terhenti di bangku panjang berwarna hijau di depan kantor DPRD DIY Yogyakarta. Saya pun duduk tepat di tengah bangku panjang tersebut. Seorang bapak pengayuh becak datang menghampiri saya dan menawarkan jasanya untuk berkeliling. Saya pun menyetujuinya lalu diantar menuju Alun-Alun Lor, Keraton Yogyakarta , pusat oleh – oleh batik , dan bapak ini pun mengabulkan permintaan saya untuk diantar di pusat penjualan buku yang terletak di Jl.Sriwedari. Kami pun sempat mengobrol beberapa topik hangat yang sedang terjadi. Ternyata bapak pengayuh becak ini bukan pengayuh becak biasa. Topik seputar capres , dan berita – berita terhangat saat ini diceritakan detail oleh Pak Slamet. Ketika sedang menunggu saya di Keraton , saya melihat dari kejauhan pria berusia 70 tahun ini sedang membaca koran di atas becak tuanya. Saya akhirnya mengerti mengapa beliau sangat up-to-date berita. Saya pun iseng bertanya , “ Kalau bulan puasa gini apa masih kuat mengayuh becak di tengah terik matahari pak?”  Beliau pun menjawab dengan nada yakin , “ Loh ya kuat mbak , saya ini gak ngerokok , gak minum es , gak minum kopi juga , jadi kuat mbak,” Wah salut untuk Pak Slamet yang memulai mengayuh becak sejak tahun 1998 ini.

Pak Slamet dengan becak tuanya

Di area Malioboro saat pagi
Pagi di keraton Yogyakarta

Tukang becak sedang mengayuh di tengah teriknya matahari


Solo Traveling atau bisa diartikan dengan berjalan – jalan sendiri merupakan hal yang sangat menyenangkan bagi saya. Alasan saya untuk bepergian sendirian adalah saya ingin melatih kemandirian , kepercayaan diri mengambil keputusan, dan tentunya dengan Solo Traveling, ‘Freedom’ atau kebebasan merupakan hal paling utama yang kita rasakan. Kita bebas kemanapun ingin melangkahkan kaki. Kita juga bebas mengatur itinerary sendiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Jadi jangan dikira kami , para pecinta Solo Traveling , adalah orang – orang kesepian hehe bukan itu. So , what are you waiting for ? Grab your bag and start your own Solo Traveling : ))

21 comments:

  1. Yups. Solo traveling emang jauh dari kesepian karena kita jadi punya banyak waktu untuk mengamati dan berinteraksi dengan sekitar.

    ReplyDelete
  2. Solo traveling lebih fleksibel.. mau-mau sendiri dan suka-suka juga mau ngapain dan mau kemana.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa bebas ngatur jadwalnya juga :D

      Delete
  3. keren deh buat mbak... saya sih belum pernah sendiri, minimal paling berdua ma temen,
    tapi pengen coba juag deh solo traveling nantinya.. :)

    Salam dari pejalan kota Medan, :D
    Wisata Sumatera Utara

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya gara-gara kebiasaan sehari-hari yang lebih seneng kemana-mana sendiri jadi kebawa ke traveling hahaha :v

      sip sip silahkan dicoba :))

      Delete
  4. Sepertinya kota jogja sangat ramah utk para solo traveling, aku jd pengen coba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa kak ramah banget kotanya , monggo dicoba :))

      Delete
  5. menarik sekali, wah mau dong, kapan2 solo sama mbaknya, biar saya dapat bimbingan. pakai kamera apa Ima? Ko hasilnya mantap banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. judulnya solo mas jadi mesti sendirian hahaha :p
      pake kamera digital item yg aku bawa pas ema kemarin mas , mungkin kebetulan aja haha :))makasih udah mampir

      Delete
  6. Mba, menginap nya kemarin dimana? Sy juga mau solo travel tp bingung cari penginapan.
    Mksi.

    ReplyDelete
  7. Wah seru ya, aku belum memulai solo traveling...

    ReplyDelete
  8. Januari besok mau solo traveling ke Jogja juga .
    Pertama kalinya, keluar kota sendirian .

    i just cant wait ..
    :D:D:D

    ReplyDelete
  9. Kalo boleh tau Habis berapa sewa hotel sama sewa becaknya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sewa hotel waktu itu masih sekitar 75 rb an per malam , sewa becak 50 rb soalnya keliling jauh hehe kurang tau ya kalo sekarang :) terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  10. Kak, waktu di jogja kemana aja? Aku awal tahun ini juga mau solo traveller nih. Boleh rekomendasi tempat yang asik dong. Makasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu itu kebanyakan keliling daerah Malioboro aja hehe
      kalo suka buku dan kafe bisa mampir di Toko buku And Or Bookstore tempatnya kece :3

      Delete
  11. paling suka naik becak kalo udh di jogja.. krn ga mahal ^o^., malah kdg suka ga tega mbak bayar segitu krn kebanyakan udh pada tua -__-.selalu ngangenin mah jogja itu.. malah aku lbh seneng kesana drpd kampung halaman suami di solo

    ReplyDelete