Mengenang Namira

Wednesday, August 12, 2015 Imama Lavi Insani 12 Comments

 Hotel Namira Syariah Sumber: http://www.namirasyariah.com/

Sore itu langit Kota Pekalongan sedikit berawan. Bus mini yang membawa kami, rombongan Famtrip Jateng terasa memelankan lajunya. Kepala saya menengok ke arah luar jendela di sebelah kanan saya, Oh, begini ya Kota Pekalongan.

Tak lama bus yang kami tumpangi berhenti tepat di depan sebuah bangunan tinggi di samping jalan utama yang kami lewati. Mbak Atrik pun segera berkata,” Sudah sampai di hotel ayo turun.”

Secara bergantian kami pun mengambil barang-barang pribadi di dalam bus dan segera berjalan keluar menuju hotel.

Saya yang waktu itu secara acak terpilih untuk tingal satu kamar dengan Mbak Dedew langsung masuk ke dalam hotel dan menunggu kunci kamar dibagikan. Sebenarnya saya belum terlalu mengenal Mbak Dedew dan belum mengetahui kalau Mbak Dedew ini adalah seorang penulis dan blogger hits Semarang (duh maafkan ya mbak haha :v)

Karpet di hotel



Lampu Hotel Namira


“Assalamualaikum..” sapa petugas hotel kepada kami. Saya pun langsung menoleh kepada petugas dan baru ngeh bahwa hotel yang akan kami tempati adalah hotel Syariah. Beberapa hal mulai dari pakaian, peraturan-peraturan untuk menyewa kamar di Hotel Namira, semuanya sangat Syar’i menurut saya. Saya sendiri cukup merasa nyaman karena sudah capek – capek berkeliling Kota Pekalongan kemudian dihadiahi senyuman hangat serta salam penyejuk hati, subhanallah : )

Blogger keren dari Jawa Tengah dari kiri: Mas Agung, Mbak Dedew, Pak Pram, dan Mas Pai

Jam dari 3 Kota, Jakarta, London, Mekkah
 "Para tamu yang terhormat, Sesuai visi dan misi kami
Hotel yang dikelola dengan kaedah syariah islam
Dengan tanpa mengurangi rasa hormat
Kami tidak dapat menerima dan berhak menolak pasangan yang bukan mahrom,tamu yang di bawah pengaruh alkohol dan obat terlarang
Untuk tamu yang bukan mahrom diharuskan diterima di lobby atau restaurant."


Tak cukup di lobby saja kekagetan saya saat memasuki hotel syari’i ini, namun saat masuk ke dalam kamar tiba-tiba terdengar suara lantunan ayat suci Al – Qur’an. Ternyata kamar di hotel ini dibuat secara otomatis ketika membuka pintu langsung terdengar lantunan ayat – ayat Al – Qur’an.

Saat kami datang bertepatan dengan waktu maghrib sehingga tak lama setelah membersihkan diri kami langsung melakukan ibadah wajib tersebut. Iseng karena sedang “mengeksplor” kamar hotel, tangan saya sedikit usil menggeledah isi laci dan menemukan sajadah serta Al-Quran tersimpan rapi di dalamnya.

Saya pun langsung berteriak pelan ke Mbak Dedew,” Mbak ada Al – Qur’an sama sajadah juga disini.”

Al-Qur'an pink unyu-unyu :3



Setelah itu saya langsung merebahkan badan sebentar ke kasur dengan selimut tebal berwarna putih. Sambil memegang remote tv saya mengganti channel yang sebagian besar berisi channel islami dari arab. Jari – jari saya kemudian menghentikan gerak memijat tombol pada salah satu channel berbahasa Arab. Dengan segala kekuatan daya dan upaya untuk memahami maksud dari channel tersebut selanjutnya saya hanya bengong dan menyerah, maklum terakhir saya belajar bahasa Arab saat duduk di Bangku SD, yang saya mengerti hanya kata-kata “ Na’am, La, dan satu kalimat yang paling saya ingat, Ana Adhibu Ilal Madrasati Kullayaum.” Yang artinya kira-kira saya pergi ke sekolah setiap hari.

Benderang lampu di dalam kamar


Kemudian karena badan saya terasa pegal dan ingin sedikit hiburan channel kemudian berganti pada acara salah satu artis palng fenomenal di tanah Air, Tante Syahrini. Dengan kata-kata “sesuatu” nya yang begitu mengocok perut, saya dan Mbak Dedew pun dibuat terpingkal dengan kelakuan dan ucapan yang dilontarkan Princess (bukan dari disney) ini.

---

Esoknya saat sarapan, saya dan mbak dedew keluar kamar menuju bagian lobby karena letak tempat makan berada di dekat tempat tersebut. Terlihat beberapa blogger sudah turun terlebih dahulu dan mulai mencicipi hidangan yang tersedia. Saya pun segera mengambil minum serta makan untuk bahan bakar kegiatan famtrip hari ini.

Kap lampu yang cukup unik


Saat saya mendongakkan kepala ke atas terlihat lampu sedang dinyalakan. Bentuk kap lampunya cukup unik. Tak banyak foto yang saya ambil saat kami sarapan bersama karena saya lupa membawa kamera saku yang tertinggal di dalam kamar. Seingat saya pelayanan pegawai sangat cekatan. Ketika sudah ada dari kami yang selesai makan tak lama akan ada petugas yang datang untuk langsung membersihkan makanan kami.

Hanya semalam saja kami menginap di Hotel Namira Syariah ini. Selanjutnya setelah selesai sarapan kami berkemas untuk check out. Saat kita menaikkan barang-barang menuju bus tiba-tiba seseorang mencegat kami kemudian mengajak untuk “mencicipi” Sky Lounge yang ada di Hotel Namira. Selanjutnya mudah ditebak hampir dari kami semua setuju untuk dibawa ke lantai paling atas menuju Sky Lounge yang bernama Gahwaji Sky Lounge.

“ Sebenarnya kemarin malam kami ingin mengajak teman-teman blogger untuk kesini tapi sepertinya raut muka teman-teman lelah jadi baru pagi ini kami mengajak kesini.” ungkap pihak Hotel Namira kepada kami.

Gahwaji Sky Lounge

Kami pun sedikit menyayangkan hal tersebut karena kalau malam pasti terlihat kerlipan lampu di Kota Pekalongan dari ketinggian. Namun tak apa saat pagi hari pun pemandangan sudah cukup membuat mata kami berbinar.

Sesi terakhir dari perjalanan di hotel ini pun berakhir, setelah sesi foto bersama yang kami lakukan. Terima kasih Namira atas satu malam yang begitu Syari’ah semoga di lain waktu bisa berkunjung lagi kesana :)

Foto bersama teman-teman Blogger, Pihak Hotel Namira, dan Disbudpar Jateng (Sumber : Bang Ramot)

Beberapa sumber informasi :
1. http://www.dewirieka.com/2015/07/suasana-religius-di-hotel-namira.html
2. http://jejakjelata.com/2015/05/11/690/

12 comments:

  1. wah...ngiri nih..bisa jalan-jalan teruss >.<

    ReplyDelete
  2. asik kayaknya kalau bersantap di sky lounge :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa asik bangett sayang kemarin cuma bersantap pemandangan dan kenangan aja :(

      Delete
  3. Kayaknya memang perlu diperbanyak hotel syariahnya, tidak perlu takut bersaing sama hotel reguler. Kayaknya terasa gimana gitu ya kalau nginep di hotel syariah, serba aman dan halal thoyyib! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener bangettt berasa semua udah aman gitu kak hehe :))
      makasih sudah berkunjung

      Delete
  4. wih keren Ma, masuk ke daftar tempat yang harus dikunjungi kalau nanti ke pekalongan nih.

    ReplyDelete
  5. Ruangan kamarnya sederhana tapi nyaman, beruntung pernah kesini juga merasakan hotel syariah ini.. *untung buncit difoto itu ketutup sama kamera haha*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai kak bobby :))
      Iya kak kamarnya mungil tapi nyaman bangett hihi untung yaaaa :p

      Delete
  6. subhanallah banget peraturannya, smoga berkah ini hotel :)
    ngeliat namanya lgsg keinget masjid cantik di Lamongan, Namira juga namanya hihihi
    salam kenal ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak subhanallah banget hehe salam kenal juga :D

      Delete