#2015BiggestLesson

Monday, January 11, 2016 Imama Lavi Insani 6 Comments




Pelajaran terbesar apa yang kamu dapatkan di tahun 2015?

2015 telah berhasil saya lewati sekitar seminggu yang lalu. Kalau diibaratkan sebuah perjalanan maka 2015 bagi saya adalah perjalanan menuju sebuah gunung dengan pendaki yang baru pertama kali menapaki gunung.
Awalnya saya ragu apakah pilihan mendaki gunung adalah benar – benar keinginan saya bukan semata – mata mengikuti tren kekinian yang sedang viral di kalangan masyarakat. Beberapa kali saya bertanya pada diri saya sendiri.
Yakin benar- benar ingin mendaki gunung?
Apa nanti cuma ingin pamer foto lantas mengabarkan ke seluruh media sosial bahwa seorang “imama” pernah naik gunung, pernah menghirup udara di ketinggian ribuan kilometer, dan pengalaman unik lain yang ditemui saat di perjalanan mendaki.
Yakin niatnya sudah lurus? Gak pengen berubah?
Apa gak capek pergi mendaki gunung dengan semua resiko perjalanan yang begitu besar seperti terpeleset ke jurang, terkena batu , dan lain – lain.
Tapi saya segera menyingkirkan pikiran – pikiran yang berkelebat di otak saya. Saya tak mau berhenti di tempat dengan pikiran – pikiran tersebut. Saya harus segera berjalan untuk memulai perjalanan panjang yang akan saya lalui..


Analogi pendaki gunung baru tersebut saya kaitkan dengan kejadian – kejadian yang saya alami di tahun 2015...

Berawal dari keputusan – keputusan kecil di akhir tahun 2014, saya ingin menyibukkan diri dengan mencari pengalaman lebih di beberapa bidang atau mengikuti komunitas. Akhirnya dengan kenekatan tersebut mengantarkan saya pada beberapa komunitas dan pekerjaan baru yang saya dapatkan.

Di awal tahun 2015 saya mulai mengenal komunitas 1000 Guru Surabaya dengan kegiatan serunya yaitu traveling and teaching. Saya mulai mengikuti kegiatan tersebut dan pernah posting salah satu kegiatannya di sini dan akhirnya tergabung dalam tim. Di sana saya banyak belajar bagaimana hidup di dalam organisasi dan mengenal berbagai macam karakter orang. Kebetulan saya tergabung dalam tim rekrutmen. Mulai dari pendaftaran hingga menyeleksi calon volunteer benar-benar menjadi pengalaman baru bagi saya. Saya sampai hafal bagian tulisan essay yang dibuat sendiri hingga googling atau yang suka menulis dengan berjanji-janji manis #eaah #miripcaleg #apamirip.. haha. Tapi di sini saya benar-benar banyak belajar bagaimana istilahnya “membangun” suatu organisasi. Yang sebelumnya saya mengikuti organisasi seperti himpunan jurusan yang sudah dibentuk oleh para alumni kampus dan tinggal meneruskan berbeda dengan 1000 Guru Surabaya yang benar-benar harus menerapkan beberapa hal untuk dijadikan dasar bagi organisasi tersebut.

Keputusan untuk bergabung dengan tim 1000 Guru Surabaya tersebut bertepatan saat saya mengerjakan #cinTA. Mari sejenak saya akan bercerita tentang #cinTA dan akhir dari #cinTA tersebut #ehem #janganbaperdulu #nantiadabagiannyasendiri #kodembakweka wkwk . .

Saat pengumpulan judul TA pada tahun 2014 saya sudah berniat mengerjakan TA dengan topik yang berhubungan dengan hobi saya, jalan – jalan dengan harapan saya terus semangat karena masih ada hubungannya dengan hobi saya. Akhirnya judul yang tidak menjualable saya tentukan, T’PARE, Trip Planner And Reminder Events. Entah mengapa saya memilih nama tersebut, ada yang menyebut tepar,tapir,dan lain-lain. Intinya TA saya tersebut membuat aplikasi yang bertujuan untuk menampilkan event-event yang ada di Jawa Timur serta terdapat reminder berupa alarm untuk mengingatkannya, ya ada hubungannya dengan jalan-jalan dikit yaa hehe..Akhirnya selama beberapa bulan dengan berbagai perjuangan seperti berlari menghindari kucing yang suka masuk saat sahur di lab lantai 2 atau duduk di lantai bersama teman sekelas untuk menunggu dan mencari tanda tangan dosen, semua perjuangan tersebut terbayar dengan pemberian ijazah saat di Graha.. Rasanya waktu melihat orang tua datang dan tersenyum senang melihat saya diwisuda, ahh tak bisa diungkapkan.. #kemudiansayadisuruhlanjutkuliah #hmmoke #cinTAlagi





Di sela – sela kegiatan menuju wisuda saya ada salah satu hal yang tak bisa saya lupakan waktu itu. Di salah satu grup whatsapp, saya mendapat pesan bahwa sedang dicari seorang penulis untuk mengisi konten berhubungan dengan hobi saya. Iseng – iseng saya mencoba mendaftar dan mengirim email. Tak lama keesokan harinya saat saya bangun tidur dari kegiatan gabut saya di pagi hari ada telfon dari seseorang dari nomor yang tidak saya kenali. Karena ponsel saya mati saya baru mengangkatnya saat telfon yang ketiga. Lawan bicara saya mulai memperkenalkan diri dan saya yang setengah sadar berusaha sekuat tenaga mencerna kata-kata yang dimaksudkan. Dan saat itu sebenarnya saya sedang diinterview...

Saya mengedipkan mata berkali – kali dan keluar kamar kos untuk mencari sinar matahari dengan harapan badan saya segera bangun 100%. Ibu kos saya yang lama kemudian bertanya,”Siapa Mbak?” Lalu saya pun menjelaskan singkat lawan bicara saya dengan panggilan yang masih menyala. Mungkin ibu kos saya merasa aneh kenapa wajah saya tampak begitu serius dengan baju tidur dan wajah setengah sadar duduk di kursi sambil mengedip-ngedipkan mata beberapa kali..

Singkat cerita saya pun mulai bekerja dan pergi ke kantor beberapa hari kemudian. Pekerjaan yang tidak pernah saya sangka dapatkan tersebut bertahan hingga sekarang, sekitar 5 bulan : )

Pekerjaan ini sungguh memberi tantangan baru bagi saya, bagaimana bekerja dengan rekan satu tim tanpa pernah bertemu atau bertatap sebelumnya, bahasa kerennya bekerja secara remote. Setiap hari saya mendapatakan email dari milis dan email japri dari editor dan teman satu tim. Saya pun menyetorkan pekerjaan dengan mengirim email dan membicarakan progress dan kesulitan melalui telepon dan pesan chat. Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa pekerjaan saya ini sangat menyenangkan karena tidak harus pergi ke kantor dengan memakai baju rapi dan sepatu hak tinggi tapi bisa bekerja di dalam kamar dengan mengenakan piyama atau duduk santai di dalam perpustakaan favorit untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Saya pun mengiyakan namun dibalik itu semua ada beberapa hal baru yang terjadi dalam kehidupan saya termasuk kesulitan memahami apa yang rekan kerja saya maksudkan karena belum pernah bertatap langsung. Salah satu hal baru yang saya alami adalah ponsel saya yang sangat sering memberikan notifikasi untuk chat dan email baru. Di pekerjaan ini saya menjumpai hal unik, seseorang yang lebih cepat dihubungi dengan email dan berinteraksi seperti mengirim pesan chat di email. Ini benar – benar pengalaman yang sangat baru bagi saya. Dan di pekerjaan ini saya menyadari nama email serta signature sangat penting. Jangan sampai khilaf memberi nama alay seperti saya (beruntung di pekerjaan saya ini nama email saya sudah normal :D). Sebenarnya saya mempunyai beberapa email namun yang bertahan hingga sekarang ada 4, 1 email dari kampus dan 3 dari yahoo dan google.

Sepertinya cerita singkat pekerjaan baru saya sudah selesai mari beranjak ke cerita saya selanjutnya..

2015 merupakan tahun paling susah untuk dilupakan bagi hobi saya yaitu jalan – jalan. Dimulai saat awal tahun 2015 dimana saya tergabung dalam komunitas Travel Blogger Indonesia dan berhasil mengikuti beberapa kegiatan famtrip bersama beberapa anggota komunitas tersebut. Kalau bisa saya katakan bahwa 2015 merupakan tahun awal karir saya sebagai traveler wannabe #eaah haha.

Berawal dari kegiatan famtrip di Jawa Tengah yang mempertemukan saya dengan blogger lokal dari Jawa Tengah dan blogger dari kota lain serta pegawai Dinas Pariwisata Jawa Tengah yang membawa saya berjalan menelusuri sudut-sudut tempat wisata dan atraksi budaya di Jawa Tengah. Pengalaman tersebut pernah saya tuliskan di beberapa postingan saya yaitu tari darwis , Pemalang, dan Hotel Namira

Sumber Foto Bang Ramot

Selain famtrip di Jawa Tengah juga ada kegiatan famtrip di Kupang yang mempertemukan saya dengan beberapa anggota komunitas Travel Blogger Indonesia. Kali ini saya akhirnya dapat bertemu langsung dengan mereka setelah sebelumnya hanya mengenal lewat chat di grup whatsapp saja. Kalau berhubungan dengan hobi jarak apapun sepertinya hilang sementara. Kalimat tersebut tertancap kuat ketika akhirnya mengenal mereka. Meskipun awalnya malu-malu akhirnya di akhir ya tetap malu-malu haha enggak enggak di akhir akhirnya bisa melebur ketawa – ketiwi bareng. Terima kasih teman-teman TBI : ))

Sumber Foto: lupa dari siapa kalau gak Kak Gio,Valentino,maaf lupa dari siapa ._.


Selain famtrip saya juga sempat mengikuti kegiatan blogger camp. Di sini saya berkumpul dan bertemu dengan blogger di daerah saya tinggal , Surabaya, dan secara luas Blogger Jawa Timur. Dengan berbagai macam latar belakang blogger ada yang teknologi, lifestyle, dan kekhasan blog lain saya berkumpul dan saling berdiskusi mengenai seluk – beluk blogger. Apa itu blogger? Blogger Ampolop-an dan berbagai macam jenis istilah lain yang baru pertama kali saya dengar.

Bersiap bermain :D Sumber : Aya

Selfie setelah senam pagi :D ,sumber : Aya

Beberapa cerita tentang pengalaman dan kegiatan saya “diluar” sudah saya ceritakan, lalu, bagaimana dengan keadaan dari saya sendiri?

Saya  bersyukur memiliki keluarga lengkap terutama bersyukur memiliki ibu yang begitu kuat,cekatan,well-organized, yang harus mengurus keluarga, pekerjaan dan paman saya yang sedang sakit dengan begitu tangguh. Saya belajar banyak dari beliau tentang cara mengatur waktu agar semua pekerjaan dapat terselesaikan, meskipun saya sendiri masih banyak kurangnya dari ibu saya. Harus belajar lebih lebih banyak lagi : ))



Di tahun 2014 saya telah mengambil keputusan dan prinsip baru dan Alhamdulillah sampai sekarang di tahun 2016 karena sifat saya yang “iya harus iya enggak harus enggak” saya masih menerapkan dan menjalankan prinsip tersebut :)

Itulah berbagai macam kejadian tak terduga yang saya alami saat di tahun 2015, banyak sekali hal yang saya dapatkan dari sebagian kecil cerita-cerita saya di atas. Dan pelajaran terbesar yang saya dapatkan adalah harus dapat membagi waktu lagi dengan baik dengan berbagai kesibukan dan aktivitas harian, kesibukan di luar rumah harus seimbang pula dengan kesibukan di "dalam rumah" saya sendiri serta bertahan dan berjuang dengan apa yang sudah saya pilih.

Saya sudah memilih untuk berkuliah maka 3 tahun setelahnya saya harus lulus, saya sudah memilih untuk berkomunitas maka saya harus menyelesaikan sampai batas akhir keanggotaan saya (atau batas akhir kemampuan saya bertahan di komunitas tersebut), saya sudah memilih untuk bekerja maka saya harus berusaha menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang telah diberikan kepada saya, saya sudah memilih untuk menjadi blogger maka saya akan berusaha lebih menghidupkan lagi blog saya di tahun 2016 ini, saya sudah memilih menjalani prinsip yang saya pegang kuat-kuat meskipun beberapa kali mengalami “bisikan” untuk melanggar prinsip tersebut namun saya harus tetap kuat dan yakin bahwa prinsip yang saya yakini Insya Allah baik, dan saya yakin, sesuatu hal yang baik akan bermuara pada hal yang baik pula...

Sekian postingan tentang pelajaran terbesar apa yang saya dapatkan di tahun 2015, tak sabar untuk segera belajar lebih banyak lagi di tahun 2016 ini. 


Terima kasih sudah memberi warna di tahun 2015 ya teman-teman semua dari teman kelas,teman TK,teman kerja,teman SMA, dan teman kabaca :))

*ada satu pengalaman yang belum saya tuliskan, saya ucapkan terima kasih banyak kepada Start Surabaya yang telah memberi saya ilmu di dunia Startup, semoga secepatnya bisa kembali lagi membangun bisnis Startup :D


6 comments:

  1. woww 2015 ima seruuu,selamat yaa atas wisudanya, semoga makin banyak karyanya dan prestasinya di 2016, aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasiiii mbak dedew :D
      aamiin siap siap berkarya lebih banyak di 2016 ini :D sukses juga buat mbak :D

      Delete
  2. Imama dari dulu emang cewek tangguh! Lap yu ful maaaaaaaaa <3

    ReplyDelete
  3. awww ramenyaa euyyy,s emoga bisa ketemu lagii ya mbakkk :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamu juga aaay rame pisaan wkwk aamiin semoga ketemu lagiiii :D

      Delete