Mengenal Dol, Si Tetabuhan Berirama Energik

Friday, August 25, 2017 Imama Lavi Insani 2 Comments



Iramanya yang rampak dan semarak membuat langkah kaki makin semangat bergerak masuk ke dalam benteng.

Saat akan memasuki Fort Marlbrough, saya dan teman-teman rombongan famtrip Bumi Rafflesia disambut dengan hentakan musik tradisional Bengkulu, Dol namanya.

Di sebelah kanan saya, ada alat musik pendukung Dol seperti Serunai dan Kolintang.


Bersama dengan tarian tradisional daerah Bengkulu, Dol yang ditabuh mengiringi langkah kami masuk menuju benteng.

Tak berhenti di penyambutan saat akan masuk ke benteng saja namun ternyata di dalam benteng kami diberi pertunjukkan menarik, yaitu tabuhan Dol yang energik dengan gerakan pemainnya yang tak kalah menarik. Kami yang melihat lantas diberi kesempatan mencoba untuk menabuhnya.

Rasanya saat menabuh Dol yang diletakkan di tanah sudah capek sekali, karena saya harus mengikuti irama cepat dari pemain lainnya.

Bagaimana dengan pemain yang mengangkat Dol dan memainkannya sambil berputar-putar lapangan di benteng ini ya?

Dulu ternyata pemain Dol ini tidak boleh dimainkan sembarang orang, hanya orang-orang keturunan India yang bernama Tabot saja yang boleh memainkannya.

Masyarakat muslim India dibawa Pemerintah kolonial Inggris yang saat itu membangun Benteng Malborough.

Tinggal lama di Indonesia membuat mereka kemudian menikah dengan orang lokal Bengkulu dan garis keturunannya dikenal sebagai keluarga Tabot. Hingga tahun 1970-an, Dol hanya boleh dimainkan orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan keluarga tabot tersebut.

Nah itu dulu, namun sekarang Dol dapat dimainkan oleh masyarakat umum.

Dol memiliki ukuran beragam, untuk ukuran yang besar mencapai 70 - 125 cm dengan tinggi mencapai 80 cm.

Bahan utamanya adalah kayu atau bonggol kelapa. Bonggol ini kemudian diberi lubang pada bagian atasnya dan terakhir ditutup dengan kulit kambing atau kulit sapi.



Dulu, Dol dimainkan saat hari-hari khusus seperti tanggal 1-10 Muharram. Namun saat ini Dol sudah dikenalkan ke masyarakat umum dan dimainkan di waktu kapan saja sesuai dengan adanya sebuah kegiatan tertentu.

Bagaimana, tertarik untuk mencoba memainkan Dol?

Tari sambutan saat akan memasuki Fort Marlborough

Pemain Serunai

Penyambutan yang diwakili ayo jalan-jalan







 








2 comments:

  1. seru sekali sepertinya, kesenian tradisional khas bengkulu dipertunjukkan di hadapan bangunan bersejarah.

    ReplyDelete
  2. buset mbak e cantik cantik. nyari cewek bengkulu aja apa ya? #salfok

    ReplyDelete