45 Detik dalam Infinity Room

Wednesday, February 28, 2018 Imama Lavi Insani 4 Comments



Se-tak-terbatas apa ruangan ini?

Jika berbicara tentang museum maka saya akan mengatakan bahwa hanya ada beberapa saja yang membuat saya selalu mengingat isinya. Bukannya yang lain tidak penting atau tidak menarik namun tidak tahu mengapa hanya hal-hal yang menarik dan atraktif yang selalu menyita perhatian saya.

Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke Museum Macan. Pertama kali mendengarnya saya mengira ini museum yang berisi koleksi hewan-hewan di nusantara namun ternyata nama macan ini diambil dari singkatan The Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara. Museum yang berisi koleksi seni modern dan kontemporer Indonesia dan Internasional ini memiliki luas 4.000 meter persegi.

Hal yang menarik perhatian saya adalah Infinity Room yang dibuat oleh seorang seniman asal Jepang,Yayoi Kusama. Konon, Ia memiliki gangguan mental bernama rijinsho, yang membuat penglihatannya dipenuhi selubung dan halusinasi.

Yayoi menyebut karya seninya merupakan representasi kekerasan di masa kecil. Ibunya adalah sosok yang keras sementara ayahnya jarang di rumah. Titik – titik dalam karyanya adalah imaji, seperti gambaran halusinasi saat ia kecil.

Saya kira ruangannya luas ternyata kecil saja, panjangnya tak lebih dari truk berukuran sedang yang biasanya dihias dengan aneka kalimat jenaka dan lukisan perempuan.

Saat itu antrenya pun tidak terlalu mengular seperti di unggahan netizen, sekitar 5 menit saja sepertinya saya mengantre. Karena ada batas waktu yang diterapkan oleh pengelola yaitu 45 detik, maka pengunjung harus menggunakan waktu sebaiknya untuk bergaya di dalam ruangan.

Tiba giliran saya, penjaga “wahana” ini memberikan instruksi,”Jalannya sampai batas garis kuning ya, jangan melewati keramik karena di sekeliling ada airnya.”

Belum sempat saya mengiyakan instruksi petugas pintu lalu ditutup. Di sekeliling saya lampu warna-warni berpendar mengeluarkan warna yang berganti-ganti. Warna-warni ini dipantulkan di sisi ruangan dan berulang tak terhingga hingga hilang dari pandangan. Ketak-terhinggan ini yang membuatnya dinamakan Infinity Mirrored Room, Ruang Cermin Tak Terhingga.

Benar saja, saat saya mengarahkan kamera ke kaca depan saya dan tiap beberapa detik menekan tombol shutter di kamera hasil foto saya memiliki perbedaan warna.




Saya mengira-ngira perasaan Yayoi Kusama ketika mengalami rijinsho, sekelilingnya dipenuhi halusinasi titik-titik tak terhingga seperti apa yang ada di sekeliling saya. Bagaimana rasanya benar-benar berada di tempat “tak terhingga”? Tak terhinggaan ini meliputi waktu, tempat, dan sebagainya. Akankah kita merasa aman dan baik-baik saja ketika berada di tak terhinggaan tersebut? Atau malah semakin cemas dan berusaha menyembuhkan penyakit tersebut seperti Yayoi Kusama lakukan selama 37 tahun di rumah sakit jiwa yang ia kemudian sesali karena seharusnya bisa menghasilkan lebih banyak karya yang terinspirasi dari keadaan yang ia alami.

Belum sempat saya menekan shutter kamera untuk mengambil gambar dengan angle yang berbeda, tiba-tiba pintu dibuka dan petugas berkata sudah selesai batas waktu 45 detik saya.

Sang petugas menyadarkan saya, waktu di dunia memiliki batas yang harus digunakan sebaik-baiknya.

---
Foto di dalam museum:

Tiket dan buku petunjuk museum 

Mobil

Panduan Pengunjung menuju Infinity Room



Jadi ingat bunga di game mario bros



























Lokasi Museum Macan :
AKR Tower Level MM
Jalan Panjang No. 5 Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530
Indonesia
Harga Tiket Masuk : Dewasa Rp 50000, Anak-Anak Rp 30.000, Pelajar Rp 40.000
Waktu Operasi : Selasa-Minggu (10.00-19.00)



4 comments:

  1. sebuah paradoks, berada di ruang tak terbatas dengan waktu yang sangat terbatas.
    itu berarti dinding dindingnya dari kaca ya, Im?

    ReplyDelete
  2. Aku kira ini ada di Surabaya mbak 😂😂, waktu itu berharga ya, kalau lihat 45 detik itu bener² cepat. Aku bener² takjub sama yg bintik² itu, kalau difoto bisa ya berubah²ðŸ˜ðŸ˜ cantik cantik warnanya

    ReplyDelete
  3. Mba itu mobil yang berbentuk bulan itu beneran mobil asli yang di bentuk menjadi bulat, atau hanya patung berbentuk mobil tapi bulat.


    Saya yang org Jakarta belum sempat kesana, harus di coba nih biar ga penasaran :)

    ReplyDelete
  4. bagusss ngetss dek tempatnya...jadi pingin kesana

    ReplyDelete