Arti Perpindahan..

Sunday, August 12, 2018 Imama Lavi Insani 1 Comments


Terhitung sudah lima hari saya meninggalkan rumah. Sebagai orang yang hidup dan tinggal di keluarga yang menganut asas “ke-settle-an” perpindahan kali ini begitu menguras emosi dan tenaga. 
Saya sendiri yang suka berjalan-jalan dan berpindah tempat tidak pernah berfikir akan tinggal di kota yang baru selama kurang lebih dua tahun (gak tahu lagi kalau misal lebih lama). 

Emosi yang saya rasakan begitu campur aduk, hari H ketika saya harus pindah untuk mengikuti pengarahan penerima beasiswa di kampus badan saya begitu lelah. Pagi hari saya pamit kepada rekan kerja namun pagi itu pula saya harus meeting dulu dengan salah satu manager terkait aplikasi yang sedang kami kerjakan. Rencana masuk untuk pamitan saja pun pupus karena selain meeting saya harus menunggu GM. Akhirnya sekitar jam 1 siang selesai urusan saya di kantor. Setelah itu ada tanggungan lain yang harus saya kerjakan, yaitu mengembalikan buku di perpustakaan favorit saya, C20. Ada tiga buku yang harus saya kembalikan, dua novel dan satu buku sejarah untuk bahan riset penulisan salah satu kota di Indonesia. 

Selesai dua agenda pagi itu saya bergegas pulang menuju rumah yang berjarak sekitar 35 km dari posisi terakhir saya, di C20. Oh iya ngomong-ngomong saya baru sadar tiap hari harus menempuh total perjalanan 70 km. Amor (anak motor) sejati nih imamaa wkwk.

Sesampai di rumah, saya bergegas merapikan koper dan kebutuhan lain. Akhirnya jam 15.30 saya pun berangkat ke stasiun. Waktu di stasiun ini tidak banyak drama yang terjadi karena sebenarnya minggu depan saya akan pulang untuk pergi berlibur dan otomatis saya masih bertemu dengan bapak dan ibuk. 

Saat tiba di Jogja, perasaan saya masih biasa saja. Saya menuju kos teman yang sedang kosong dan malam itu saya tertidur dengan nyenyak. 

Keesokan harinya karena sudah terbiasa bangun pagi untuk bekerja saya tidak mengalami kesulitan bangun, sepertinya badan saya sudah dalam mode harus-bangun-pagi. 

Nah saat tiba di gedung kampus dan pengarahan dimulai di sinilah saya merasakan arti sebuah perpindahan #eah ~ 

Di dalam sebuah ruangan kami, penerima beasiswa, diberi penjelasan tujuan, visi, misi, mata kuliah, nama dosen, dan lain-lain yang berhubungan dengan dunia perkuliahan. Penjelasannya saya rasa begitu panjang karena mungkin sudah setahun lebih saya tidak duduk di bangku perkuliahan maka saya merasa pengarahan di dalam kelas ini begitu melelahkan padahal nanti waktu kuliah akan lebih lama lagi saya berada di dalam kelas. 

Jujur saya begitu cemas dengan perkuliahan saya kali ini karena lebih ke arah sosial (sebelumnya saya anak teknik). Oh iya saya bukan begitu saja mengambil jurusan kuliah ini tapi memang saya sudah mengincar jurusan semacam ini sejak lama akhirnya di UGM dibuka jurusannya dan ada beasiswa pula, Alhamdulillah.. Kecemasan dan keresahan ini bagi saya adalah tanda bahwa saya benar-benar keluar dari zona nyaman saya. Bagaimana saya akan bertahan dengan dunia perkuliahan dua tahun ke depan karena mata kuliah yang diberikan begitu bertolak belakang dengan jurusan kuliah saya sebelumnya seperti adanya matakuliah politik, wawasan nusantara,dll namun Alhamdulillah masih ada juga mata kuliah tentang IT dan satu lagi bagaimana caranya saya mewujudkan tujuan-tujuan saya di rencana setelah lulus kuliah. Gak mau banget saya cuma nulis untuk sok-sok an berjanji namun tidak mau menepati #wadidaw wkwk. Intinya saya benar-benar ingin mewujudkan apa yang sudah saya tulis, semoga tercapai aamiin!

Seorang teman saya meyakinkan kalau kuliah di jurusan sosial lebih mudah daripada di teknik. Hmm saya tetap ndak percaya se wkwk :p karena masing-masing jurusan pasti ada tantangannya sendiri-sendiri. Satu hal yang pasti saya harus banyak membaca berita dan peka terhadap apapun yang terkait dengan jurusan kuliah saya, kalau tidak ya pasti ketinggalan huhu.. 

Ya begitulah perpindahan pasti ada hal-hal tidak nyaman yang akan dirasakan namun apapun yang terjadi saya harus segera beradaptasi dan menghadapi apapun yang terjadi. Keep up the spirit yo!






ditulis di Lantai Bumi saat sore hari..

1 comment:

  1. Wah. Selamat datang di Yogyakarta, Imama.
    Aku dulu juga gitu kok awal-awal hehehe. Semoga betah di Yogyakarta. :)

    ReplyDelete